Dampak Investasi Terhadap Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Investasi mempunyai peranan yang penting sekali. Tidak ada investasi berarti tidak ada pembangunan, karena sasaran suatu pembangunan akan dapat dicapai apabila ada investasi yang dilakukan. Suatu perencanaan pembangunan pada dasarnya untuk merumuskan pilihan terhadap investasi yang bertitik tolak pada skala prioritas pembangunan dan yang disesuaikan dengan kemampuan yang terbatas baik dari segi modal, sumber alam, tenaga ahli dan sebagainya.
Sebelum suatu investasi dilakukan harus dikaji secara mendalam, karena biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar dan hasilnya baru dapat dirasakan pada tahun-tahun pertama. Keberhasilan suatu investasi berarti keberhasilan perencanaan pembangunan. Sebaliknya jika investasi itu tidak mencapai sasaran yang diinginkan berarti pembangunan itu gagal yang sekaligus merupakan kegagalan perencanaan pembangunan.
1.2 Tujuan
Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas akhir mata kuliah perekonomian Indonesia
Adapun tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambahwawasan pembaca dan masyarakat tentang dampak investasi terhadap perencanaan pembangunan ekonomi daerah
1.3 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
- Pentingnya Investasi dalam perencanaan pembangunan daerah
- Faktor-faktor penghambat perkembangan investasi di daerah
- Kebijakan pemerintah dalam pengalokasian investasi
- Pembangunan ekonomi daerah
BAB II
KAJIAN TEORI
Ada dua peran yang dibawa oleh investasi dalam makro ekonomi. Pertama, investasi merupakan komponen pengeluaran yang cukup besar dan berubah-ubah artinya investasi itu adalah peningkatan bersih dalam modal riil di masyarakat (peralatan, gedung, persediaan). Banyak orang beranggapan mereka berinvestasi jika mereka membeli tanah, surat berharga, atau apapun yang berupa kekayaan baru. Bagi pakar ekonomi pembelian-pembelian semacam ini hanya merupakan pemindahan atau perubahan portofolio. Kedua, investasi menghimpun akumulasi modal. Dengan membangun sejumlah gedung dan peralatan yang berguna, output potensial bertambah dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang juga akan meningkat.
Jadi, investasi memiliki dua peran dalam menentukan jumlah output dan pendapatan. Unsur-unsur yang menentukan tingkat investasi. Pertama, tingkat permintaan atas output yang dihasilkan investasi baru merupakan suatu kegiatan investasi yang memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Bila investasi ini membuat perusahaan mampu menjual lebih banyak produk atau memproduksi secara lebih murah. Jadi, faktor penentu yang sangat penting dalam investasi adalah keseluruhan jumlah output. Bila pabrik-pabrik beroperasi dibawah kapasitas normalnya, maka perusahaan-perusahaan tidak begitu berkeinginan membangun pabrik baru, jadi tingkat investasi rendah. Dengan kata lain investasi tergantung pada hasil penjualan yang akan diperoleh dari suatu kegiatan ekonomi. Dampak hasil penjualan mendominasi gejolak naik turunnya investasi sepanjang siklus ekonomi. Kedua, tingkat suku bunga dan pajak yang mempengaruhi biaya investasi. Jika kita menganalisis biaya investasi maka kita akan membahas biaya komoditi lain yaitu barang-barang investasi berumur panjang, lebih dari setahun.
Unsur penting lainnya yang berpengaruh dari segi biaya dalam keputusan investasi adalah pajak. Pemerintah pusat memiliki banyak sekali alat dan peraturan mengenai perpajakan yang mempengaruhi biaya investasi. Satu hal yang berperan penting dalam keputusan investasi adalah Pajak Penghasilan Perusahaan. Tinggi rendahnya tingkat pajak penghasilan digunakan oleh pemerintah untuk menghambat atau mendorong investasi di sektor swasta. Dengan membebankan pajak penghasilan 46%, pemerintah akan menghambat investasi sektor swasta. Pada saat yang bersamaan pemerintah merangsang investasi dengan fasilitas pajak, masa bebas pajak ataupun subsidi investasi. Fasilitas ini digunakan pemerintah kita untuk merangsang penanaman modal asing di Indonesia. Ketiga, ekspektasi dan perkiraan kalangan usahawan atas situasi ekonomi di masa depan. Pada hakekatnya investasi boleh dikatakan sebagai perjudian mati-matian mengenai masa depan, taruhan hasil sekarang dan masa depan akan lebih besar dari pada biaya sekarang dan masa depan.
Jadi, keputusan investasi akan tergantung juga pada ekspektasi akan situasi masa depan, bahkan masa depan yang sulit untuk diramalkan. Maka tidak usah heran bila banyak pemerintah dan Bank Sentral seringkali memeras otak untuk menemukan jalan agar kepercayaan kalangan usahawan makin meningkat.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pentingnya Investasi Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
Rencana pembangunan yang hendak diwujudkan oleh Pemko Padang yaitu menjadikan Padang sebagai kota pusat perdagangan, pendidikan, dan pariwisata. Dalam perencanaan pembangunan tersebut perlu diperhatikan asas pemerataan tidak boleh mengutamakan kepentingan kelompok atau individu apalagi untuk perencanaan yang bersifat infrastruktur dan pendidikan serta pengembangan Sumber Daya Manusia. Alokasi investasi merupakan indikator yang menunjukkan pola distribusi antar propinsi/daerah. Baik yang bersumber dari luar negeri (Penanaman Modal Asing/PMA) maupun dari dalam negeri (Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN).
Berdasarkan teori Harrod Domar yang menerangkan adanya korelasi positif antara tingkat investasi dan laju pertumbuhan ekonomi, dapat dikatakan bahwa kurangnya investasi di suatu daerah membuat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat per kapita di daerah tersebut rendah karena tidak ada kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif. Ketimpangan distribusi investasi di daerah dapat dianggap sebagai salah satu faktor utama yang mengakibatkan terjadinya ketimpangan pembangunan atau pertumbuhan ekonomi.
3.2 Faktor Penghambat Perkembangan Investasi Di Daerah
3.2.1 Tingkat Mobilitas Faktor Produksi Yang Rendah Antar Daerah
Kurang lancarnya mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan kapital antar daerah merupakan penyebab terjadinya ketimpangan ekonomi. Perbedaan laju pertumbuhan ekonomi antar daerah membuat terjadinya perbedaan tingkat pendapatan per kapita.
Jika perpindahan faktor produksi antar daerah tidak ada hambatan maka pembangunan ekonomi yang optimal antar daerah akan tercapai dan semua daerah akan lebih baik. Kapital cenderung berpindah dari daerah yang tingkat pengembaliannya rendah ke daerah yang tingkat pengembaliannya lebih tinggi dengan asumsi tersedia fasilitas untuk menampungnya (misalnya bank atau sumber investasi lainnya).
3.2.2 Perbedaan Sumber Daya Alam Antar Daerah
Dasar pemikiran “klasik” mengatakan bahwa pembangunan ekonomi di daerah yang kaya Sumber Daya Alam akan lebih maju dan masyarakatnya lebih makmur dibandingkan daerah yang miskin Sumber Daya Alam. Sehingga pada tingkat tertentu anggapan itu masih bisa dibenarkan dalam arti Sumber Daya Alam harus dilihat sebagai modal awal dalam pembangunan yang selanjutnya harus dikembangkan terus dan untuk itu diperlukan faktor-faktor lain diantaranya yang sangat penting adalah teknologi dan Sumber Daya Manusia.
3.2.3 Perbedaan Kondisi Demografis Antar Daerah
Ketimpangan ekonomi daerah di Indonesia disebabkan oleh perbedaan kondisi geografis antar daerah terutama dalam hal jumlah dan pertumbuhan penduduk, tingkat kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan, disiplin masyarakat dan etos kerja. Faktor-faktor ini mempengaruhi tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lewat sisi permintaan dan sisi penawaran. Dari sisi permintaan, jumlah penduduk yang besar merupakan potensi besar bagi pertumbuhan pasar yang berarti faktor pendorong bagi pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi. Dari sisi penawaran jumlah populasi yang besar dengan pendidikan dan kesehatan yang baik, disiplin yang tinggi dan etos kerja yang tinggi merupakan aset penting bagi produksi.
3.2.4 Kurang Lancarnya Perdaganggan Antar Daerah
Merupakan unsur yang turut menciptakan ketimpangan ekonomi regional di Indonesia. Tidak lancarnya intra-trade terutama disebabkan oleh keterbatasan transportasi dan komunikasi. Perdagangan antar daerah meliputi barang jadi, barang modal, input perantara, bahan baku, material-material lainnya untuk produksi dan jasa. Jadi tidak lancarnya arus barang dan jasa antar daerah mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lewat sisi permintaan dan sisi penawaran.
Dari sisi permintaan, kelangkaan barang dan jasa untuk konsumen mempengaruhi permintaan pasar terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi lokal yang sifatnya komplementer dengan barang dan jasa tersebut. Sedangkan dari sisi penawaran, sulitnya mendapatkan barang modal, input perantara, bahan baku, atau material lainnya dapat menyebabkan kegiatan ekonomi di suatu daerah lumpuh atau tidak beroperasi secara optimal.
3.3 Pembangunan Ekonomi Daerah
Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumberdaya – sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut.
Berdasarkan pada Kasus tersebut masalah pokok dalam pembangunan daerah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi SDM, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kepada pengambilan inisiatif-inisiataif yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi.
Setiap upaya pembangunan daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam mencapai tujuan tersebut pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah beserta partisipasi masyarakatnya dan dengan menggunakan sumberdaya- sumberdaya yang diperlukan untuk merancang dan membangun perekonomian daerah.
Teori pertumbuhan dan pembangunan daerah salah satunya adalah teori lokasi dimana perusahaan cenderung untuk meminimumkan biayanya dengan cara memilih yang memaksimumkan peluangnya untuk mendekati pasar. Keterbatasan dari teori lokasi pada saat sekarang adalah bahwa tekhnologi dan komunikasi modern telah mengubah signifikasi suatu lokasi tertentu untuk kegiatan produksi dan distribusi barang.
Investasi merupakan salah satu faktor yang menentukan pembangunan daerah sebagaimana yang dinyatakan dalam Kasus bahwa membuka lapangan pekerjaan brarti membuka kran investasi di kota Padang. Tanpa investasi pembangunan kota sulit dilaksanakan. Di dalam menentukan pengalokasian investasi diperlukan perencanaan pembangunan daerah tersebutdimana perencanaan tersebut untuk memperbaiki pengunaan sumberdaya – sumberdaya publik yang tersedia di daerah dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai sumberdaya-sumberdayaswasta secara bertanggungjawab.
Implikasi perencanaan pembangunan ekonomi daerah :
- Perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang realistik memerlukan pemahaman tentang hubungan antara daerah dengan lingkungan nasional.
- Sesuatu yang tampaknya baik secara nasional belum tentu baik untuk daerah dan sebaliknya yang baik bagi daerah balum tentu baik bagi secara nasional
- Perangkat kelembagaan yang tersedia untuk pembangunan daerah misalnya administrasi, proses pengambilan keputusan, otoritas biasanya sanagt berbeda pada tingkat daerah dengan yang tersedia pada tingkat pusat.
Jadi perbedaan tingkat pembangunan antar daerah mengakibatkan perbedaan tingkat kesejahteraan dan kalau hal ini dibiarkan dapat menimbulkan dampak yang kuarang menguntungkan bagi suatu negara.
Di daerah-daerah yang sedang berkembang permintaan barang dan jasa mendorong naiknya investasi yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan. Sebaliknya di daerah-daerah yang kurang berkemabng permintaan akan investasi rendah karena pendapatan masyarakat yang rendah.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan Dan Saran
Berdasarkan teori positif tingkat investasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat suatu daerah. Oleh karena itu, dalam mengalokasikan investasi harus dikaji secara mendalam mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari pengalokasian investasi tersebut dimana investasi sangat menentukan keberhasilan dari perencanaan pembangunan.
Sebaiknya pemerintah membuat peraturan-peraturan yang tidak memberatkan investor, misalnya birokrasi yang berbelit-belit, syarat-syarat yang diajukan dalam melakukan investasi terlalu sulit hal ini akan mengurangi minat investor untuk berinvestasi.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincolin. 1999. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta.
Azhar, Zul. 2003. Buku Ajar Perencanaan Pembangunan. UNP. Padang.
Samuelson, Paul A dan William D Nordhaus. 1985. Ekonomi. Erlangga. Jakarta.
Tambunan, Tulus T.H. 2001. Transformasi Ekonomi Di Indonesia. Salemba Empat. Jakarta.
Todaro, Michael. 1998. Pembangunan Ekonomi. Erlangga. Jakarta.
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design


